Selasa, 15 Agustus 2017

PENGARUH TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP PERILAKU MASYARAKAT




Prosese dinamika sosial terus berjalan,yang sebagian besar karena pembangunan itu sendiri,termasuk suguhan komunikasi informasi,dan pendidikan yang dengan gencar kita tayangkan melalaui berbagai media.
Dalam hubungan ini teknologi komukasi dapat berbuat banyak,meskipun tidak dapat menyelesaikan permasalan,namun teknologi komunikasi dapat memaksimalkan,pengaruhnya bagi perubahan masyarakat secara positif,jika kita dapat menyusun agenda setting yang dinamis yang terbuka,dalam arti lain cukup peka dan resefti  terhadap aspirasi masyarakat yang terusa berkembang,dan terus mencari tujuan,dan bentuknya dia anggap paling relevan baginya.
Media komunikasi massa yang meskipun tetap hadir namun peranannya tidak pernah runtut tetapi selalu terputus-putus dan tidak pernah ada yang tuntas . Memang fungsi pokok media massa hanyalah memberikan informasi dan pengetahuan awal. Bimbingan dan tuntutan para pemimpin formal dan informal secara demokratis, kekeluargaan dan terbuka, akan menciptakan jaringan komunikasi melalui jalur-jalur suprastruktur dan infrastruktur sosial dalam masyarakat kita yang berfungsi dengan baik dan efektif demi perubahan perilaku masyarakat yang kita inginkan. Komunikasi sosial yang tercipta karenanya, benar-benar akan merupakan komunikasi sosial yang terbuka,jujur, dan bertanggung jawab. Terbuka karena sudah dewasa, tidak takut perbedaan,tidak takut pada pikiran-pikiran yang berbahaya. Jujur karena sempat dikaji oleh kontrol dewasa yang terpercaya serta bertanggungjawab.  Proses dinamika sosial terus berjalan, serta daya kritis masyarakat terus bertambah, yang sebagian besar karena pembangunan itu sendiri, termasuk suguhan komunikasi informasi.

Share [ZULFA]_[3216.2194].docx - 12 KB

Jumat, 11 Agustus 2017

KERJA BAKTI DESA UNTUK MENYAMBUT HARI KEMERDEKAAN

Demi menyambut perayaan hari kemerdekaan republik Indonesia yang tinggal terhitung hari, masyarakat desa Kaligondo diinisiasi oleh Pak Lurah bergerak membersihkan dan memperindah desa, bekerja bakti, bersama-sama. Terlihat kekompakan masyarakat dalam proses kerja bakti tersebut. Terbukti, halaman yang penuh dengan rumput liar dapat dengan mudah terbabat habis hanya dalam kurun waktu 2 jam. Dalam proses tersebut Nampak juga beberapa pemuda-pemudi yang sedang melaksanakan KKN di desa ini. Mereka adalah mahasiswa yang berasal dari Univesitas 17 Agustus Banyuwangi yang ikut pula membantu jalanya proses kerja bakti di Desa Kaligndo.


 Lokasi : desa kaligondo, Glenmore

ATASI PERMASLAHAN SAMPAH DI DESA, MAHASISAWA UNTAG AJAK WARGA DAUR ULANG SAMPAH

                                              Lokasi : Pendopo Desa Kaligondo, Genteng

Belum pahamnya mengenai penanganan sampah seringkali menimbulkan permasalahan di tengah masyarakat. Bahkan, sampah terkadang menjadi kambing hitam atas suatu peristiwa yang terjadi hingga menimbulkan kerugian, seperti banjir dan pencemaran lingkungan.
Permasalahan mengenai sampah atau barang bekas hingga kini sangat sulit untuk dipecahkan. Ketidaktahuan masyarakat akan pengelolaan sampah yang tepat, akan menyebabkan berbagai masalah lingkungan.
Hal itulah yang mendasari sejumlah program kerja (Proker) dari kelompok mahasiswa yang menyelesaikan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mengenai pemberdayaan masyarakat mengusung tema tentang penanganan sampah yang baik dan benar.
Seperti di Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng, kelompok KKN yang mendapat nomer urut XXVII tersebut mempunyai sejumlah proker yang ternyata sangat diminati oleh masyarakat.
Proker tersebut salah satunya adalah mengenai pelatihan dan daur ulang barang bekas menjadi karya seni yang menghasilkan pundi-pundi rupiah.
Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari terhitung mulai Senin (17/7) hingga Selasa (18/7) ini, dipusatkan di balai desa setempat.
Dengan memanfaatkan jaringan relasi dari Bengkel Kreasi (BK) Banyuwangi, sekumpulan mahasiswa kreatif tersebut mengajak masyarakat untuk bersama mengatasi permasalahan sampah di lingkungan sekitar desa dengan cara mendaur ulang barang bekas.
Warga setempat menyambut baik apa yang sudah menjadi kegiatan dari pemuda agen perubahan tersebut.

                                                 Lokasi : Pendopo Desa Kaligondo, Genteng
Sementara itu Founder Bengkel Kreasi Banyuwangi, Kharania Agnesius Altama Ayodya, mengatakan, pelatihan daur ulang sampah bertujuan agar masyarakat dapat berpikir maju dan bisa mengelola sampah secara berkesinamnungan.
Pasalnya, permasalahan sampah selama ini memang menjadi pekerjaan rumah bersama yang harus dilakukan keroyokan untuk mengatasinya.
“Permasalahan sampah tidak bisa dilakukan sendiri, tapi harus bersama-sama. Harapan kami setelah ini ada tindak lanjut dari pihak desa, sehingga masyarakat bisa bersama untuk mengolah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat,” pungkasnya.


RAPORT MERAH CAMBUK SI FARUK


FARUK namanya duduk di kelas XI IS dan hari ini dia akan menerima raport semester ganjil, parasaannya penuh bimbang, takut, cemas dan bercampur aduk hal itu karena nilai rapor yang di tangannya itu ada warna dengan tinta merah sehingga dia merasa takut untuk menyerahkan dan memperlihatkan hasil ujiannya kepada kedua orangtua karena si Faruk tidak ingin orangtuanya kecewa dengan nilai rapor yang jelek, sementera kedua saudara si Faruk berhasil dengan nilai yang bagus oleh karena hal itu si Faruk memikirkan bagaimana cara mengelabui ayah dan ibu di rumah dengan diam-diam pulang ke rumah dan menyembunyikan rapornya sehingga ayahnya lupa karena kesibukan dengan pekerjaan dan ibunya sibuk mengurus rumah tangga.
Selang beberapa minggu kemudian pihak sekolah meminta murid untuk mengupulkan kembali rapor, dan si Faruk pun harus memutar kepala mencari ide lagi bagaimana cara menandatangani rapor, mencontoh tanda tangan ayahnya, singkat punya pikiran si Faruk dengan beraninya menanda tangani rapor dengan pena merah.. merintih di hatinya “hore aku sudah selamat… tidak kena hukuman di rumah”. 
Dan sampailah pada hari penerimaan rapor kenaikan kelas, kali ini si Faruk kegirangan karena dia naik kelas dan nilai rapornya tidak berwarna merah… Sungguh sanking girangnya tanpa berpikir panjang dengan spontan pulang dan menyerahkan rapornya pada ayahnya, sungguh sontak sang ayah saat melihat rapor sitoni “Apa ini…? siapa yang menada tangani rapor ini? Siapa yang mengajari kamu berbuat seperti ini?” Bertubi-tubi pertanyaan terlontar pada si Faruk sehingga rotan pun meluncur kepadanya, si Faruk kalut tapi dia dengan sigap kabur dengan langkah seribu berteriak-teriak “ampun…. ampun… ampun…”
Sejak kejadian itu si Faruk berjanji pada diri sendiri akan belajar dengan benar dan tekun dan akan bersekolah dengan yakin dan hingga pada akhirnya melanjutkan kuliah serjananya dengan mendapatkan beasiswa juga sampai pada menyelesaikan gelar Masternya dengan beasiswa sehingga dapat membuat sang ayah dan ibu si Faruk merasa bangga.

Selasa, 08 Agustus 2017

WADUK SIDODADI, WISATA TERBARU DI GLENMORE


Salah satu obyek wisata baru di Banyuwangi yang akhir-akhir ini mulai booming dan dikunjungi banyak warga adalah Wisata Waduk Sidodadi (WWS), Glenmore. Tempat wisata buatan ini memiliki konsep ruang terbuka hijau dengan lahan yang luas serta cocok digunakan untuk kegiatan rekreasi dan piknik keluarga. Pusat obyek wisata ini ada pada sebuah suangi yang dibendung sehingga menampung air pada kolam tertentu. Dan kemudian kolam tersebut diisi dengan beberapa permainan air yang bisa dinikmati sambil bersantai.

Lokasi : Waduk Sidodadi, Glenmore

WWS memiliki beberapa spot tempat menarik yang berada di dalam lokasi wisata tersebut seperti waduk dengan jembatan apung dan perahu bebek, taman bunga, penyewaan motor balap anak-anak, resto dan ruang pertemuan, serta gazebo-gazebo yang bertebaran diberbagai titik.

Di WWS Anda akan dikelilingi oleh berbagai macam tumbuhan yang ditanam di berbagai titik. Tumbuhannya sangat bermacam-macam dan terasa sejuk disana. Area parkirnya pun sangat luas dan mampu menampung berbagai kendaraan besar seperti bus.




 Tertarik??? Segera datang dan kunjungi WWS bersama keluarga Anda. Dijamin hari-hari Anda akan lebih menyenangkan dan bahagia.

Jumat, 28 Juli 2017

MENENGOK BUDAYA MEMBACA BUKU DI BERBAGAI NEGARA MAJU

Buku dan negara maju adalah 2 hal yang tidak bisa dipisahkan. Di negara maju sistem perbukuannya dapat dipastikan sangat bagus. Sistem yang bagus itu pasti berdampak pada kehidupan dan budaya membaca masyarakatnya.


Sistem perbukuan sangat penting, selain untuk menghidupkan dunia penerbitan, pemberantasan buta aksara, juga untuk menumbuhkembangkan minat baca, yang muaranya adalah untuk pencerdasan dan kemajuan bangsa.Baca selengkapnya