Jumat, 11 Agustus 2017

ATASI PERMASLAHAN SAMPAH DI DESA, MAHASISAWA UNTAG AJAK WARGA DAUR ULANG SAMPAH

                                              Lokasi : Pendopo Desa Kaligondo, Genteng

Belum pahamnya mengenai penanganan sampah seringkali menimbulkan permasalahan di tengah masyarakat. Bahkan, sampah terkadang menjadi kambing hitam atas suatu peristiwa yang terjadi hingga menimbulkan kerugian, seperti banjir dan pencemaran lingkungan.
Permasalahan mengenai sampah atau barang bekas hingga kini sangat sulit untuk dipecahkan. Ketidaktahuan masyarakat akan pengelolaan sampah yang tepat, akan menyebabkan berbagai masalah lingkungan.
Hal itulah yang mendasari sejumlah program kerja (Proker) dari kelompok mahasiswa yang menyelesaikan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mengenai pemberdayaan masyarakat mengusung tema tentang penanganan sampah yang baik dan benar.
Seperti di Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng, kelompok KKN yang mendapat nomer urut XXVII tersebut mempunyai sejumlah proker yang ternyata sangat diminati oleh masyarakat.
Proker tersebut salah satunya adalah mengenai pelatihan dan daur ulang barang bekas menjadi karya seni yang menghasilkan pundi-pundi rupiah.
Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari terhitung mulai Senin (17/7) hingga Selasa (18/7) ini, dipusatkan di balai desa setempat.
Dengan memanfaatkan jaringan relasi dari Bengkel Kreasi (BK) Banyuwangi, sekumpulan mahasiswa kreatif tersebut mengajak masyarakat untuk bersama mengatasi permasalahan sampah di lingkungan sekitar desa dengan cara mendaur ulang barang bekas.
Warga setempat menyambut baik apa yang sudah menjadi kegiatan dari pemuda agen perubahan tersebut.

                                                 Lokasi : Pendopo Desa Kaligondo, Genteng
Sementara itu Founder Bengkel Kreasi Banyuwangi, Kharania Agnesius Altama Ayodya, mengatakan, pelatihan daur ulang sampah bertujuan agar masyarakat dapat berpikir maju dan bisa mengelola sampah secara berkesinamnungan.
Pasalnya, permasalahan sampah selama ini memang menjadi pekerjaan rumah bersama yang harus dilakukan keroyokan untuk mengatasinya.
“Permasalahan sampah tidak bisa dilakukan sendiri, tapi harus bersama-sama. Harapan kami setelah ini ada tindak lanjut dari pihak desa, sehingga masyarakat bisa bersama untuk mengolah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat,” pungkasnya.


0 komentar:

Posting Komentar