Jumat, 11 Agustus 2017
Home »
» RAPORT MERAH CAMBUK SI FARUK
RAPORT MERAH CAMBUK SI FARUK
FARUK namanya duduk di kelas XI IS dan hari ini dia akan menerima raport semester ganjil, parasaannya penuh bimbang, takut, cemas dan bercampur aduk hal itu karena nilai rapor yang di tangannya itu ada warna dengan tinta merah sehingga dia merasa takut untuk menyerahkan dan memperlihatkan hasil ujiannya kepada kedua orangtua karena si Faruk tidak ingin orangtuanya kecewa dengan nilai rapor yang jelek, sementera kedua saudara si Faruk berhasil dengan nilai yang bagus oleh karena hal itu si Faruk memikirkan bagaimana cara mengelabui ayah dan ibu di rumah dengan diam-diam pulang ke rumah dan menyembunyikan rapornya sehingga ayahnya lupa karena kesibukan dengan pekerjaan dan ibunya sibuk mengurus rumah tangga.
Selang beberapa minggu kemudian pihak sekolah meminta murid untuk mengupulkan kembali rapor, dan si Faruk pun harus memutar kepala mencari ide lagi bagaimana cara menandatangani rapor, mencontoh tanda tangan ayahnya, singkat punya pikiran si Faruk dengan beraninya menanda tangani rapor dengan pena merah.. merintih di hatinya “hore aku sudah selamat… tidak kena hukuman di rumah”.
Dan sampailah pada hari penerimaan rapor kenaikan kelas, kali ini si Faruk kegirangan karena dia naik kelas dan nilai rapornya tidak berwarna merah… Sungguh sanking girangnya tanpa berpikir panjang dengan spontan pulang dan menyerahkan rapornya pada ayahnya, sungguh sontak sang ayah saat melihat rapor sitoni “Apa ini…? siapa yang menada tangani rapor ini? Siapa yang mengajari kamu berbuat seperti ini?” Bertubi-tubi pertanyaan terlontar pada si Faruk sehingga rotan pun meluncur kepadanya, si Faruk kalut tapi dia dengan sigap kabur dengan langkah seribu berteriak-teriak “ampun…. ampun… ampun…”
Sejak kejadian itu si Faruk berjanji pada diri sendiri akan belajar dengan benar dan tekun dan akan bersekolah dengan yakin dan hingga pada akhirnya melanjutkan kuliah serjananya dengan mendapatkan beasiswa juga sampai pada menyelesaikan gelar Masternya dengan beasiswa sehingga dapat membuat sang ayah dan ibu si Faruk merasa bangga.







0 komentar:
Posting Komentar